Suami-Istri Wajib Tahu! Ini Lho 10 Sumber Konflik Rumah Tangga yang Bikin Sering Ribut

Kehidupan setelah menikah kerap jauh berbeda dengan masa pacaran. Yang dulu hampir selalu merasa senang, nyaman, dan bahagia jika bersama, tiba-tiba romantisme tersebut memudar setelah menikah.

Iya saja, problematika pasca-menikah jauh lebih kompleks ketimbang masa pacaran dulu. Tanggung jawab serta kewajiban kian bertambah dengan berubahnya status menjadi suami-istri.


Pria sebagai suami bertanggung jawab memunuhi kebutuhan rumah tangga, sedangkan perempuan sebagai istri berkewajiban mengurus rumah tangga dan anak-anak. Nah, di sinilah biasanya mulai muncul banyak konflik yang membuat suami-istri sering ribut.

Nah, apa saja sumber konflik rumah tangga yang membuat suami-istri sering ribut? Dilansir dari Mamahmuda, mungkin 10 sumber konflik ini pernah Anda alami dengan pasangan. Yuk simak!

1. Kurang komunikasi

Dalam berumah tangga, komunikasi sangatlah penting. Saling percaya antara suami-istri akan kuat jika dilandasi dengan kejujuran. Terkadang, kita juga harus sesekali saling bercanda dan tertawa bersama untuk menghilangkan rasa bosan.

Jika komunikasi tidak terjalin dengan baik, bukan tidak mungkin berbagai konflik akan muncul hingga menyebabkan pertengkaran. Gunakanlah waktu senggang (selepas kerja atau mengurus rumah tangga) untuk saling berbagi pengalaman tentang hari ini.

2. Romantisme yang memudar

Ketika masih pacaran dahulu, Anda mungkin sangat sering menghabiskan waktu luang bersama dengan jalan-jalan atau melakukan hal-hal baru. Namun setelah menikah justru banyak pasangan yang romantismenya memudar karena sudah merasa tidak ada lagi yang perlu dijajaki.

Hal ini biasanya akan menyebabkan mudah emosi. Bahkan, terkadang permasalahan kecil bisa menjadi besar.

Buatlah kejutan-kejutan kecil jika Anda mulai merasa bahwa romantisme Anda dengan pasangan mulai memudar. Misalnya, membuatkan sarapan atau membawakan makanan favoritnya tanpa dia harus meminta. Atau, buat rencana untuk dinner romantis. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan romantis kembali seperti masa pacaran dulu.

3. Materi


Materi sering kali menjadi permasalah sensitif dalam rumah tangga. Suami-istri sering bertenggar gara-gara tidak bersikap terbuka dan kurang pandai mengatur keuangan.

Maka terbukalan satu sama lain. Buatlah skala prioritas secara bersama-sama dan mulailah mengatur keuangan dengan mempertimbangkan jumlah keuangan.

4. Orang ketiga

Sudah banyak rumah tangga hancur gara-gara masuknya orang ketiga. Jadi, berusahalan untuk selalu menjadi yang terbaik bagi pasangan. Segera cari solusi untuk hal-hal mengganjal yang Anda rasakan bersama pasangan.

5. Kebersihan

Beruntung jika Anda dan pasangan mencintai kebersihan dan mau menjaga kebersihan. Sebab, ada juga pasangan yang tidak demikian.

Si istri sudah lelah membersihkan rumah, lantas suami pulang dari kantor, lantas meletakkan tas, dasi di sembarang tempat.

Hargailah istri yang telah menyusun, merapikan, dan meletakkan segala sesuatu di tempatnya. Jangan bebani istri dengan hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri.

6. Munculnya egoisme


Munculnya egoisme dalam rumah tangga yang terlalu tinggi juga kerap menjadi sumber konflik yang membuat pasangan sering ribut. Contoh kasus, ada suami yang merasa bahwa dirinyalah kepala keluarga.

Hal itu kemudian membuatnya kerap mengambil keputusan tanpa berkomunikasi terlebih dahulu dengan istri. Padahal, istri juga ingin dihargai sebagai istri.

Hargailah pasangan Anda masing-masing. Sekecil apapun, usahakan untuk selalu mengomunikasikan dengannya.

7. Mertua

Tak sedikit rumah tangga yang berantakan gara-gara hubungan yang kurang baik dengan mertua. Masalah mertua ini ada korelasinya dengan penerimaan di keluarga psangan. Jika jalinan dengan mertua kurang baik, maka sangat mungkin salah pihak akan membawa-bawa cara didik keluarganya. Mungkin hal ini menjadi suatu perbandingan yang jelas tidak akan disukai oleh pasangan yang sudah menikah.

8. Buah hati


Anak adalah buah hati sekaligus tanda cinta dalam sebuah keluarga. Namun terkadang anak bisa juga menjadi sumber konflik ketika Anda tidak satu persepsi dalam menentukan pola didik terhadap anak. Maka pilihkan pola didik yang baik bagi buah hati secara bersama-sama.

9. Over-posesif

Takut kehilangan serta rasa sayang dan cinta yang begitu besar kepada pasangan memang sangat perlu. Tapi, hal itu akan menjadi masalah jika berubah menjadi terlalu takut kehilangan, terlalu cinta, dan terlalu sayang.

Pasalnya, sikap yang over-posesif malah akan membuat pasangan Anda tidak merasa nyaman. Hal itu pula yang kerap menimbulkan kesalahpahaman.

Cobalah untuk saling percaya. Jangan pernah melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika sudah menikah. Sebaliknya, lakukanlah hal-hal yang memang semestinya dilakukan.

10. Pengeluaran yang tidak semestinya

Anda atau pasangan mungkin sering kalah dengan godaan untuk membeli benda-benda baru yang mungkin tidak penting untuk saat ini, yang akhirnya mengurangi buget untuk keperluan penting. Bukan tidak mungkin hal-hal seperti ini memicu konflik dalam rumah tangga.

Solusinya, tahan keinginan tersebut. Dan, mulailah buat rencana untuk menyisihkan sedikit penghasilan.

Nah, itulah 10 sumber konflik yang membuat rumah tangga sering ribut. Dengan tahu sumber konflik dan cara mengatasinya, semoga rumah tangga kita selalu dihindarkan dari perpecahan ya! Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Lezatnya Ubi Goreng Tepung Bikinan Bunda di Rumah, Ternyata Mudah Banget Cara Membuatnya!

Gampang Banget! Ternyata Begini Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama

Emm... Sedapnya Rawon Spesial Masakan Khas Jawa Timur, Begin Cara Bikinnya!